Jumat, 20 Desember 2013

Cerita : Cerita Seks Akibat Nonton Film Porno (Bokep)

Cerita Seks Akibat Nonton Film Porno (Bokep)

Cerita Seks Akibat Nonton Film Porno (Bokep) - Gara-gara terpengaruh film porno yang sering ditonton dari handphone temannya, Kumbang (16), bukan nama sebenarnya, nekat mencabuli sebut saja Bunga (9), warga Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar. 

Kumbang mencabuli bocah belia yang masih duduk di bangka Sekolah Dasar (SD) ini, di kedi aman orang tua pelaku. Keluarga korban yang tak terima perbuatan bejat pelaku, melaporkan kumbang ke Mapolsek Lubuk Besar. Kini, pelaku pun sudah ditahan dan mendekam di tahanan.

Informasi yang berhasil dihimpun Babel Pos (Group JPNN), peristiwa pencabulan tersebut berawal ketika Bunga dipanggil oleh Kumbang. Lalu Bunga pun diajak oleh Kumbang ke rumahnya.  Karena sudah mengenenal pelaku, Bunga yang belum tahu apa-apa itupun akhirnya menuruti ajakan pelaku.  Tanpa basa-basi, sesampai di rumahnya, pelaku pun langsung memperlakukan Bunga dengan tidak senonoh.

Setelah puas menjalankan aksi bejatnya, Kumbang menyuruh Bunga pulang ke rumah.  Setiba di rumahnya, Bunga mulai menunjukkan perilaku yang berbeda dari sebelumnya.  Bunga sering memegang kemaluannya karena sakit. Di sinilah, awal mulanya terungkapnya kasus pencabulan tersebut.

Ibunda Bunga mulai berfirasat buruk ketika melihat yang tak wajar ditunjukkan Bunga tersebut.  B unga pun dipaksa oleh Ibunya untuk menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi menimpanya.  Awalnya Bunga tidak mau menceritakan karena takut. Namun, karena didesak terus oleh sang bunda, akhirnya Bunga menceritakan kejadian tragis tersebut.

Di hadapan ibunya, Bunga mengaku kalau Kumbang telah mencabuli dirinya siang itu.  Mendengar anak kesayangannya dicabuli, hati Ibunda pun bak disambar petir .  Kabar Bunga dicabuli pun merebak kemana-mana. Kediaman Kumbang pun mendadak ramai didatangi oleh warga yang bermaksud ingin memberi pelajaran kepada pelaku.

Beruntung saja sebelum massa tiba, Kumbang telah diamankan oleh Kepala Dusun Magelang dan dibawa ke Kades Lubuk Pabrik, sehingga terhindar dari aksi beringas massa.  Oleh Kades, selanjutnya disarankan untuk langsung dilaporkan kepada Polsek Lubuk Besar, dan Kumbang pun oleh Kadus dan Kades diserahkan ke Mapolsek Lubuk Besar untuk diamankan.

Kumbang pun mengaku benar telah melakuk an perbuatan pencabulan terhadap Bunga. Dikatakannya, alasan melakukan itu lantaran terpengaruh oleh film porno dari handpone milik temannya yang ditontonnya secara bersama-sama dengan rekannya.  Lantas tak tahan menahan nafsu, akhirnya Kumbang melampiaskan nafsu tersebut kepada Bunga.

Kapolsek Lubuk Besar Iptu Dhani Andika AMd IK, seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP M Setyobudi SIK MSi, membenarkan tindakan pencabulan tersebut.  Dikatakannya, saat ini pelaku dan barang bukti, berupa celana dalam korban sudah diamankan di Mapolsek Lubuk Besar untuk diproses lebih lanjut.

"Memang benar ada kasus pencabulan di Dusun Magelang Desa Lubuk Pabrik. Oleh Kadus dan Kades pelaku diserahkan ke Mapolsek kita, dan hingga sekarang sudah kita tahan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Dikatakannya, atas tindakan pencabulan tersebut, pelaku dikenakan pasal 81 subsider pasal 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun penjara.  "Pelaku dikenakan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun penjara," ungkapnya.
Cerita Dewasa Seks

Cerita : Cerita Dewasa: Awal Dari Sebuah Perjalanan Panjang

Cerita Dewasa: Awal Dari Sebuah Perjalanan Panjang

Cerita Dewasa Terbaru 2013: Awal Dari Sebuah Perjalanan Panjang | Namaku Liana dan suamiku Bram, kami sudah hampir 20 tahun menikah, dikarunia 2 orang anak, ang besar laki laki, 18 tahun sudah lulus SMA dan sekarang baru mulai tahun pertamanya di sebuah universitas dikota B, dan adiknya perempuan baru kelas 2 SMA.Kehidupan kami cukup mapan, suamiku seorang pegawai BUMN dengan jabatan yang Cerita Dewasa Terbaru 2013

Cerita : Cerita Dewasa Aku Di Hipnotis Buat Ngentot Saya

Cerita Dewasa Aku Di Hipnotis Buat Ngentot Saya

Cerita Dewasa Aku Di Hipnotis Buat Ngentot Saya. Ira (26 thn) dan suami saya Bayu (28) tahun (nama samaran), kami mengalami suatu kejadian yang tidak bisa terlupakan dan sangat mengganggu kehidupan kami berdua. Saat ini kami sedang dalam perawatan Psikiater. Saya ingin menceritakan pengalaman buruk kami agar rekan-rekan dapat berhati-hati dan selalu waspada jika didekati seseorang yang meminta bantuan.Pada hari Jum'at tgl 16 July 99 sekitar jam 7 malam sepulang kantor kami menuju ke Warung Tenda Semanggi untuk makan malam.

Cerita Dewasa Aku Di Hipnotis Buat Ngent   ot Saya

Saya memilih sebuah tempat di sekitar cafe Bis Tingkat, kami duduk di sebuah meja bagian luar sehingga dapat memperhatikan orang yg sedang lewat. Pada saat kami sedang berbincang-bincang, ada tiga pria datang dan mengambil meja tepat disamping kami. Kemudian salah satu dari mereka, ingin menyalakan rokok dan meminjam korek Bayu. Tanpa rasa curiga Bayu menyalakan rokok si Pemuda tadi, pada saat yg hampir bersamaan Pria tsb menepuk bahu kami berdua dan seingat saya memandang mata saya dengan tajam. Bayu ternyata merasakan hal yg sama juga. Dia mengatakan bahwa dia bekas teman Bayu waktu kuliah dulu di Amerika (padahal Bayu tidak pernah kuliah di Amerika), tapi anehnya seperti di hipnotis kami percaya dan mengganggap mereka seperti te man baik. Dua orang yg tadi duduk di meja samping kami sekarang bergabung di meja saya. Kami berlima makan malam seperti kawan yg akrab sekali. Ketiga-tiganya masih muda dan berpenampilan menarik, saya hanya ingat salah satu bernama Rico.

Setelah Bayu membayar bill, Rico mengajak kami untuk melanjutkan bincang-bincang di tempat dia. Saya dan Bayu menurut saja, kemudian kami menuju ke mobil mereka, seingat saya Kijang Baru. Setelah berputar-putar kami dibawa kesebuah hotel disekitar Blok M / Senayan, kemungkinan Grand Mahakam atau Hotel Mulia (kami tidak ingat dengan jelas). Kami kemudian berada pada sebuah kamar yang cukup besar dengan ruang tamu (suite room). Seperti di sihir, salah satu dari mereka mengajak bayu ke ruang tamu untuk minum-minum sedangkan yg dua (Rico dan temannya) meminta saya masuk ke dalam kamar yg terpisah dengan ruang tamu.

Anehnya saya merasa senang dan menuruti semua perkataan Rico, menurut pengakuan Bayu dia juga merasakan hal yg sama.< br />Saat itu saya memakai baju kerja, atasan warnah merah, rok mini warna coklat tua, blazer Coklat muda, stoking putih, celana dalam putih, BH No 34C putih , dilengkapi dengan suspender warna putih pula.

Rico kemudian melepas blazer dan semua baju saya yg lain, sekarang saya tinggal mengenakan stocking dan baju dalam. Pada saat itu Rico membuka celana panjangnya dan menarik saya agar melakukan oral sex. Anehnya saya menuruti perkataannya, meskipun sebenarnya saya menolak untuk melakukan. Beberapa saat kemudian, saat saya masih dlm posisi berlutut dihadapan Rico, pria yg satu lagi membuka BH saya dari belakang dan meremas-remasnya payu dara saya. Karena kurang puas, pria ini (Roni) memaksa membuka celana dalam saya dari belakang. Saya mengenakan suspender sehingga cukup susah untuk melepas CD-nya, maka Roni merobek CD putih saya sehingga sekarang pussy saya yg merah terlihat dng jelas.

Sekarang saya hanya mengenakan suspender dan stocking yg tetap tidak dilepa s. Roni dengan beringas mencium dan menjilat pantat saya, menepuk-nepuk dan memegangnya dan selanjutnya memasukkan lidahnya ke dalam bibir vagina. Lidahnya diarahkan ke clitoris bagain atas dan dihisap kuat-kuat. Belum puas, Roni kembali menciumi bagian pantat saya yg memang sangat indah, mulus dan bundar.

Sepertinya Rico sudah tidak tahan menahan nafsunya, saya ditarik dan direbahkan terlentang di Tempat tidur serta dia meminta Roni untuk menghentikan menjilati "pussy" saya. Perlahan-lahan Rico menjilati seluruh tubuh mulai dari kaki, liang vagina, clitoris .. di sini dia menjilat beberapa saat dan merasakan kenikmatan juice yg keluar dari liang pussy. Setelah itu Rico menciumi payu-dara dan setelah sampai dibagian atas, dia membimbing penisnya ke pussy yg saat ini sudah cukup basah.

Tubuh Rico sekarang berada diatas saya dan mulai naik-turun menghunjamkan penisnya, sedangkan bibirnya menciummi saya dan tangannya meraba-raba payu dara saya yg masih kencang. Ge rakannya pertama perlahan-lahan kemudian semakin cepat, dengan kedua tangannya dia menarik kaki saya agar diletakkan mengelilingi pinggannya. Selanjutnya Roni menggoyang semakin cepat, dan tampaknya setelah 10 menit dia sudah akan mencapai klimaks.

Roni meminta gara Rico tidak melepaskan spermanya didalam, karena dia mau mengambil giliran berikutnya. Beberapa saat kemudian, Rico menarik Penisnya dan menyemprotkan spermanya ke payu dara, perut dan sebagian menetes ke stocking saya sambil berteriak "Gila ... enak sekali cewek ini. Pussynya sangat kencang dan basah, serta badannya sangat indah. "Aku akan ambil bagian lagi setelah kamu dan TOmmy" ...

Roni cepat cepat mengambil Tissue yg ada disamping tempat tidur dan membersihkan ceceran sperma yg cukup banyak diatas payu dara dan perut saya.

Karena teriakan Rico, Bayu seperti tersadar dan menuju ke kamar dimana saya sedang terlentang tanpa daya. Dia tampak sangat terkejut, tapi dengan cepat Rico menatap nya kembali dan mengatakan bahwa tidak ada apa-apa. "Istrimu lagi sakit, jadi kami harus memijatnya" kata Rico. Bayu masih cukup sadar dan bertanya "Kalo dipijat, mengapa kok dia telanjang ?" "Satu-satunya cara untuk menyembuhkan dia adalah dengan dipijat dalam keadaan telanjang" Masih penasaran Bayu kembali beragumen "Mengapa kamu juga telanjang ?"
Rico kembali menatap mata Bayu dan berkata "Sudahlah, pokoknya setelah ini Ira istrimu pasti sehat, tapi yg jelas istri-mu ini sangat cantik dan punya body yg super sexy dan enak .. Rico sepertinya keceplosan mengatakan hal tsb. Bayu tampak marah "Jadi kamu tidur-ri dia ?" Ya, jawab Rico dengan suara keras "dan itu satu-satunya cara agar dia sembuh" Hipnotis Rico kembali bekerja dan Bayu menurutinya untuk kembali keluar menuju ruang tamu.

Sekarang giliran Roni yg tampaknya sudah sangat beringas, dia membalik badan saya dan menginginkan berhubungan sex dengan "Doggy Style". Saya sebenarnya sudah mulai sadar, tapi tetap saj a melakukannya. Pussy saya masih cukup basah akibat berhubungan sex dengan Rico. Roni membuka bajunya, penisnya yg cukup besar dibimbing masuk ke pussy saya dari belakang. Roni menunggangi saya dan dengan gerakan yg kasar dia menggoyang-goyangkan pantatnya sekitar 5 menit,
setelah itu dia mencaput penisnya. Tampaknya Roni sangat suka dengan bagian pantat jadi dia kembali menciumi dan meng-elus-elus pantat saya. Setelah puas, dia memeluk badan saya dan menariknya agar saya menungging kepala direbahkan ke tempat tidur. Agar lebih enak posisinya, Roni meletakkan bantal besar dibawah perut saya. Sekarang dia kembali memasukkan penisnya dan menggoyang perlahan-lahan, sedang kedua tangannya meremas-remash payu dara. Akhirnya setelah sekitar 10 menit dia kembali mencabut penisnya dan meminta saya untuk berdiri berlutut didepannya. Astaga, dia memasukkan penisnya ke dalam mulut saya !! Dengan rasa yg sedikit asin campuran antara pre-cum Roni dan cairan pussy, saya hisap keluar masuk pe nis tsb. Sesaat kemudian keluarlah cairan sperma Roni kedalam mulut dengan semprotan yg cukup kuat. "Ayo, minum sperma saya dan jilati sampai habis, kata Roni" Itu adalah obat agar kamu cepat sembuh .... ha...ha....ha...
Masih belum puas, Roni kembali memasukkan penis-nya yg sekarang setengah keras kedalam mulut saya. Oh .. oh... enak sekali ......

"Hai Roni, cukup ! sekarang giliran Tommy .... kata Rico"
Rico mengajak saya ke kamar mandi dan memberikan Gelas supaya saya berkumur dan membersikannya wajah dengan handuk kecil. Dengan masih menggunakan stocking dan Suspender, saya kembali digiring ke dalam kamar. Rico memanggil teman yg ada diluar kamar, "Hey Tom ! Dia sudah bersih, sekarang giliran kamu. Ingat jangan dikeluarkan didalam "Pussy-nya" karena saya masih mau lagi ...

Tomy, agak halus dan memulai dengan mencium bibir saya dengan lembut. Dia minta agar saya berada diatas, dan sayapun kembali menuruti semua permintaan orang-orang tsb. "Ayo, goy ang yg keras Ira, ya...ya..." Tomy sekarang juga ikut bergoyang mengikuti irama goyangan pantat saya. Sekarang, "tetap dalam posisi diatas, tapi menghadap ke sana" Tommy kembali membimbing Penis-nya ke dalam pussy. tangannya meremash-remas payu dara saya dari belakang sambil meminta saya terus bergoyang naik turun. Setelah puas, Tomy meminta saya untuk terlentang dan menggangkat kedua kaki saya dengan bentuk V, dia kembali menggoyang tapi sekarang agak keras. Dan akhirnya dia mencabut penis-nya dan melepaskan spermanya ke wajah saya, masih belum puas Tomy memasukkan penisnya ke dalam mulut dan meminta saya untuk membersihkan penisnay dengan mulut saya.

Kini wajah saya penuh dengan sperma, Tommy mengambil Tissue dan membersikannya. Dia kemudian melepas suspender dan stocking saya dan menggiring saya masuk ke Bath-tub. Telanjang bulat saya masuk ke Bath-Tub ukuran besar (setengah linggaran) yg didalamnya sudah ada air hangat, ternyata Rico sudah menunggu saya didalam Bath-T ub.
Dengan usapan-usapan lembut Rico membersikan badan saya dengan sabun. Setelah bersih dia membilas dengan shower, dan dia mengambil handuk putih besar untuk mengeringkan badan saya. Saya dibimbing keluar dari Bath-tub dan digiring menuju Wastafel, sambil kedua tangan memegang wastafel dan badan agak bengkok, Rico kembali menyebadani saya dari belakang. Tangannya meremas-remas payu dara saya. Goyangannya makin lama makin keras dan akhirnya di menyemprotkan spermanya ke dalam "pussy" saya. Baru kali ini pussy saya disemprot dng sperma, tiga kali hubungan sex sebelumnya semuanya dikeluarkan diwajah, badan bahkan di mulut saya.
Dia kembali membersihkan saya dengan shower dan mengeringkan dengan handuk.

Saya digiring keluar dari kamar mandi telanjang bulat, setelah memakai Baju kembali, mereka meminta semua perhiasan, jam, dompet, HP saya.

Ternyata Roni & Tommy terangsang kembali ketika menyaksikan saya memakai baju satu persatu mulai dari Stocking, Suspender, BH, Rok dan blouse tanpa CD karena sudah terbelah menjadi dua.
Mereka berdua melepas baju saya lagi termasuk Stocking dan Suspender, demikian juga bajunya. Dalam keadaan telanjang Roni & Tommy menarik saya keatas tempat tidur, Roni dibagian depan menyodorkan Penisnya ke mulut saya sedangkan Tommy dari belakang memasukkan Penisnya ke dalam Pussy saya. "Tom, nanti kalo sudah mau keluar kamu pindah ke depan ya, Crut kan aja kedalam mulutnya ... pasti nikmat & puas sekali rasanya. "Entar saya yg akan menyetubuinya dari belakang". Okay, jawab Tommy.
Secara bersamaan mereka untuk yg kedua kalinya menyetubui saya. Roni mengoyang-goyangkan pantatnya dengan penisnya didalam mulut saya, sedangkan Tomy dengan kedua tangannya memegangi pantat saya maju mundur menghunjamkan senjatannya kedalam pussy. Setelah lebih dari 10 menit, Tommy berkata "Oke, sekarang aku sudah mau klimaks, dan tidak sanggup lagi menahan kenikmatan pantat yg sangat sexy ini, kita bertukar temp at" Tommy mencabut penisnya dan berpindah kedepan, Roni sekarang dibelakang menggoyang pantat saya dengan keras. Ternyata memang benar, Tommy hanya bertahan beberapa hisapan saja dan akhirnya mengeluarkan isi penisnya kedalam mulut sambil mengerang "oh...oooh ... ini nikmat sekali...."

Roni masih bisa bertahan dan malah menambah goyangannya, sampai beberapa menit kemudian dan tiba-tiba "aaaaaaargh ..." aku keluarkan kedalam tempik yg indah dan nikmat iniiiiiiiii....
Rony mencabut penisnya dari dalam pussy dan spermanya ikut berceceran keatas tempat tidur.

Sekarang kamu mandi dan pakai baju, CD-mu tinggal saja untuk kenang-kenangan kami. Kami tidak bisa melupakan kenikmatan yg baru saja kau berikan. Sampaikan ucapan terimakasih kami pada Bayu.

Setelah bersih dan memakai baju tanpa CD untuk yg kedua kalinya, akhirnya saya dan Bayu dibebaskan.
Rico kemudian mengantar kami kembali ke Semanggi, dan dia mengatakan terima kasih atas pelayanan saya serta sumbangan untuk alumni. Kami berdua masih belum terlalu sadar. Sesampainya di Mobil kami, saya melihat jam di mobil yg telah menunjukkan pukul 1 malam. Pada saat itu saya sudah mulai sadar bahwa selama lebih dari empat jam kami dibawa oleh ketiga pemuda tadi. Tetapi saya masih merasakan itu sebagai mimpi. Sesampainya di rumah didaerah Bintaro saya menanyakan kepada Bayu apa yg telah terjadi, kami akhirnya menyadari bahwa semua perhiasan kami telah lenyap. Kami telah jatuh ketangan bajingan yg memperdayai saya bahkan saya telah dengan suka rela berhubungan badan dengan mereka.

Satu-satu nya bukti nyata yg saya punyai adalah bekas ceceran sperma Rico pada Stocking saya yang masih berbekas. Dan CD saya yg robek karena ditarik. Bayu tidak bisa menerima kejadian tsb, dan mengalami stress berat. Atas saran keluarga saya, kami menemui psikiater. Dengan bantuan Psikiater, kami di Hipnotis dan sedikit-demi sedikit bisa mengungkapkan apa yg telah terjadi.

Menurut Psikiater tadi, kejadian ini telah beberapa kali terjadi di Jakarta dengan modus yg sama. Yg pertama menimpa suami-istri yg sedang makan malam di sekitar Taman Ria Senayan, yg kedua menimpa pasangan muda-mudi yg tengah makan malam di Cafe daerah Kemang. Kesemuanya juga dibawa ke sebuah tempat, yg wanita di sebadani dan diambil semua barang berharganya. Kemudian keduanya dikembalikan ke lokasi semula.

Berhati-hatilah jika anda terutama pasangan muda, kalau ada orang yg meminta bantuan (meminta api rokok). Jika mereka menepuk anda, segera pukul atau tampar meraka. Dan jangan sekali-kali menatap mata mereka secara langsung. Para pemuda tadi adalah maniak yg mempunyai ilmu hipnotis tinggi dan ingin memperdayai istri-istri orang.
Kumpulan Cerita 17+

Cerita : Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013

Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013

Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013 - Siswi SMA cantik dan mengairahkan sangat digemari banyak orang banyak Gambar Foto Cewek SMA Telanjang bugil memamerkan buah dadanya yang montok dan padat Tetek Putri SMA Bugil
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Payudara Montok dan Susu Cewek SMA kencang dan menonjol
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Cewek SMA Pahanya mulus teteknya montok
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Gadis SMA Kembar Bugil Telanjang melihatkan Paha dan teteknya yang Hot terbaru 2013
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Tetek Montok Gadis SMA Bandung memakai pakaian Minim Susunya tampak montok menonjol dipakaiannya yg sexy
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013
Koleksi Foto Siswi Putri SMA Sexy Montok 2013 Putri Sexy Gadis SMA Telanjang dada badannya mulus teteknya besar dan kencang Paha Mulus Cewek SMA Bugil mengairahkan selangkangannya putih bersih
Cerita Dewasa Seks

Cerita : Cerita Dewasa: Icha yang Malang

Cerita Dewasa: Icha yang Malang

"Pasti hari ini, saya di pangil ke kantor Kepsek lagi." pikirnya.
Dia terus berjalan memasuki ruang kelasnya. Wajahnya yang putih, tampak cantik dengan jilbab putihnya yang bersih. Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi. Tak lama seorang guru memasuki kelas dimana gadis itu duduk.

"Selamat pagi, pak" sapa murid murid nya serempak.
"Pagi.." jawab guru itu.
Guru itu melihat satu persatu anak didiknya.
"Icha.." suara guru itu menghentak gadis cantik berjilbab itu.
"Ya..pak" jawab Icha.
"Kamu di panggil ke ruang kepala sekolah" Kata guru itu.

Icha sudah tahu sebelumnya, sudah telat satu minggu dia belum melunasi SPP nya. Apa lagi bulan lalu dia masih menunggak. Dengan gontai Icha bangun dari kursinya dan berjalan ke luar ruang kelasnya. Beberapa pasang mata, teman temannya melihatnya.

"Tok tok" suara ketukan pintu di ruang Kepsek terdengar.
"Masuk" begitu jawaban dari dalam ruang itu. Icha membuka pintu ruang Kepsek itu.
"Selamat pagi Pak" sapa Icha kepada kepala sekolahnya.

Kepala sekolah itu menatap Icha, gadis cantik, kelas 1 SMU yang selalu berjilbab. Di usianya yang baru 16 tahun, tercermin kecantikan dan ke elokan di wajahnya.
"Hemm, apa yang ada di balik rok abu abu panjangmu Icha.." guman Kepsek itu dalam hat i.

"Begini Icha, soal pembayaran SPP" kata Kepsek itu.
"Maaf pak.. orang tua saya belum punya uang" jawab Icha.
"Yah, tapi peraturan, Icha tidak bisa begitu, kamu sudah menunggak, dan sekarang juga belum bayar, kamu akan di keluarkan dari sekolah ini" kata Kepsek itu.
"Tolong pak, beri saya waktu" iba Icha.

"Ehm.. saya tahu, kamu murid yang pandai, sayang kalau sampai putus sekolah." jawab Kepsek itu.
"Tolonglah pak" iba Icha lagi.
Mata Kepsek itu dengan jalang, menatap Icha.
"Icha, kamu sudah punya pacar". kata Kepsek dengan senyum yang aneh

Icha agak tercengang dengan pertanyaan kepala sekolahnya yang tidak relevan ini.
"Tidak saya tidak punya pacar pak" jawab Icha.
"Bagus... kamu bisa terus di sekolah ini, tidak usah bayar SPP, asal kamu mau bercinta dengan saya" kata Kepsek.

Kuping Icha terasa panas mendengar kata kata Kepsek itu.
"Pak, maksud bapak apa" kata Icha.
"Hahaha, saya rasa kamu tahu maksud saya, apa perlu saya perjelas..? kata Kepsek itu lagi.
"Pak saya tidak bisa" jawab Icha sambil mengeleng
"Kalau begitu, kamu di keluarkan dari sekolah ini sekarang juga" bentak Kepsek itu.
"Tapi pak..tolong jangan keluarkan saya" iba Icha.

Kepsek itu tersenyum
"Icha saya tidak sejahat itu, saya cuma ingin bersenang-senang dengan kamu, sayang".
Icha diam menundukkan kepalanya, di hatinya berkecamuk segala macam pikiran.
"Icha, kalau kamu mau, saya malah bisa memberi kamu uang jajan setiap hari" kata Kepsek itu lagi.

Icha hanya bisa diam, mulutnya tak mampu untuk berbicara. Dan Kepsek itu mulai mendekatinya, dan tiba tiba mencium bibir Icha. Saat itu Icha meronta.
Jjangan pak, saya tak mau".
Icha lalu berlari ke arah pintu, tapi Kepsek itu lebih sigap,

Pintu di ruangan itu berhasil di tahan oleh Kepsek itu. Dan Kepsek itu menrai k tangan Icha menjauh dari pintu itu, lalu mengunci pintu ruang itu. Icha terus meronta, tapi Kepsek itu menampar pipinya.
"Aduh" jerit Icha.

Lalu dengan kuat tubuh imut ABG itu di hempaskan ke sofa di ruang itu.
"Kamu jangan macem-macem, lebih baik turuti kemauan saya, atau saya akan menyiksa kamu" ancam Kepsek itu.
Icha mulai panik.
"Jangan saya tidak mau..lepaskan" jeritnya.

"Plak" Kepsek itu kembali menampar wajahnya, meninggalkan bekas memerah di pipinya.
"Ampun pak, jangan..sakit" erang Icha sambil memegang pipinya.
"Diam jangan cerewet kamu" kata Kepsek itu yang sudah di kuasi nafsu birahinya.

Tangan Kepsek itu dengan cepat melepas baju seragamnya dan dilanjutkan dengan bra yang di kenakannya. Buah dadanya yang baru tumbuh itu menjadi santapan liar mata Kepsek itu. Puting susunya yang kecil di sentuhnya, Icha kembali merota
"Jangan pak..jangan..saya malu"

"Diam, mau saya tabok lagi kamu..yah" bentak Kepsek itu.
Icha terdiam, air matanya mulai mengalir.
Tiba tiba, putting susunya di cubit dan di tarik Kepsek itu.
"Aduh..sakit, jangan..sakit..ampun" erang Icha.
"Yah terus menjerit, gua suka mendengarnya" kata Kepsek itu menyeringai.

Kepsek itu terus mencubit, dan memilin puting susu imut milik Icha, membuat Icha merasa kesakitan. Kemudian kepsek itu mejilati puting susu Icha dan menyusui di buah dada Icha.
"Ih..eh..jangan pak..ahh" erang Icha.

Rok panjang yang di kenakannya, mulai di naikkan ke atas sebatas pinggulnya. Icha kini hanya bisa pasrah, memperlihatkan ke mulusan pahanya. Tangan Kepsek itu pun mengelus elus paha mulus dan licin itu, sambil matanya menatap selakanganan Icha yang masih terbungkus celana dalam pinknya.
"Benar benar bikin nafsu.." ujar Kepsek itu.

Kemudian kedua belah kaki Icha di buka lebar oleh Kepsek itu. Hidung Kepsek mendekati selangkangan celana dalam itu, dan menghirup aromanya
"Hmmm, aroma perawan" puji Kepsek itu dengan menyeringai.
Tangan Kepsek lalu melepas celana dalam pink itu dan kembali melebarkan kedua belah kaki Icha.

Mata Kepsek terbelak, menyaksikan vagina Icha yang masih muda itu. Belahanya masih sempit dengan bulu-bulu halus yang baru tumbuh di bukit vaginanya. Dengan dua jarinya Kepsek membelah bibir vagina itu, dan menemukan klitorisnya yang merah, serta liang vaginanya yang tampak rapat.

Lidah Kepsek pun menjulur, menjilati vagina Icha.
"Ihh...jangan pak..geli.." erang Icha, dengan tubuh yang mengeliat.
Lidah Kepsek terus saja, menyapu vaginanya bergerak cepat di klitorisnya yang terlihat semakin tegang. Icha pun terus menerus mengeliat dan mengerang. Tanpa terasa, birahi Icha pun naik, dia merasakan nikmat yang baru pertama kali di rasakannya. Terasa vagina Icha mulai dibasahi oleh lendir birahinya

Lidah Kepsek semakin liar menyapu vag ina Icha, dan Birahi Icha sudah birahi.
"Ahhh sudah pak" erang Icha..
Kepsek itu menghentikan jilatannya dan memandang wajah cantik ABG berjilbab itu.
"Sudah? yang benar.. jangan pura pura, saya tahu kamu suka dijilatin" kata Kepsek itu.

Wajah Icha memerah. Lidah Kepsek itu tiba tiba menjilati lagi klitorisnya.
"Ehhhh...ahhhh..." Icha kembali mengerang.
Lidah itu terus menyapu dengan liar.
"Enak engak Icha sayang..?" tanya Kepsek itu pada Icha

Icha tak menjawab dia memejamkan matanya.
"Eh kalau di tanya jawab dong, enak engak?" Kepsek itu mengulangi pertanyaannya.
Icha menjawab singkat
"Enak..", sambil menutup wajah cantiknya dengan jilbab putihnya..

"Ahhh ahh.. pak" erang Icha ketika kembali merasakan lidah Kepsek itu menyapu vaginanya.
Dan Kepsek itu terus menstimulasi klitoris Icha yang tampak sudah semakin membesar karena birahinya. Liang vaginanya terus mengeluarkan len dir birahinya. Tubuh Icha terus mengeliat merasakan kenikmatan.

Tanpa sadar birahinya semakin memuncak, orgasme semakin mendekati, ada suatu desakan dalam tubuh Icha. Lidah Kepsek itu bergerak terus, dan Tubuh Icha tiba-tiba kejang, lalu mengejet beberapa kali.
"Ahhh .enak sekali" erang Icha, tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.

Kepsek itu tahu jelas Icha baru saja orgasme. Dia berhenti, dan membiarkan Icha menikmati orgasmenya. Dengan segera Kepsek melepas celananya sekaligus kolor hitamnya. Penisnya langsung mencuat, tegang sekali. Kepsek menyodorkan penis itu di mulut Icha. Tapi Icha membuang muka, merasa jijik dengan benda asing, yang baru pertama kali dilihatnya itu.

"Icha, ayo gantian dong" bujuk Kepsek itu.
Kepsek itu memegang tangan Icha, dan membawanya ke batang penisnya yang sudah tegang itu. Icha meraba raba penis itu. Mata Kepsek merem melek, ketika batang penisnya di remas jari jari lembut Icha.

"ahhh ahh..enak" erang Kepsek.
Tangan Icha terus meremas batang penis Kepsek itu. Icha pun merasakan sensasi nya.
"Icha sayang, jilat in dong..ayo.." pinta Kepsek itu.
Tapi Icha terlihat ragu sekali. Tapi Kepsek itu terus membujuknya. Akhirnya Icha menjulurkan lidahnya, dan menjilati batang penis itu.

Karena Icha belum pengalaman, maka Kepsek itu segera menarik penisnya. Kepsek itu yang sudah bernafsu segera mengarahkan penis itu ke vagina Icha. Kepala penis itu, menempel di liang vagina Icha. Perlahan, penis yang besar itu di tekan masuk ke dalam liang vagina Icha.
"awww Sakit pak ampun stop.." jerit Icha, ketika penis Kepsek yang besar itu, menerobos masuk liang vaginanya, merobek selaput daranya.

Icha mengigit bibirnya menahan rasa sakit di vaginanya, dan Kepsek itu terus menekan, hingga penisnya mentok. Perlahan Kepsek, menarik keluar penisnya dari liang vagina Icha, disertai erangan Icha.
"Gila, enak bener vagina kamu sayang" kata Kepsek sambil mengerakkan penisnya dalam vagina Icha.
Kepsek itu merasa nikmat sekali, tapi Icha merasakan kesakitan sekali.

Vaginanya yang perawan, di lukai oleh penis Kepsek itu yang cukup besar. Tangan Icha mengcengkram ujung sofa kulit di ruang itu. Dari mulutnya terdengar erangan kesakitan. Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vaginanya.

Sementara Kepsek itu terus mengerakkan batang penisnya keluar masuk liang vagina Icha penuh nafsu. Nafasnya ngos ngosan, keringat membahasi dahinya. Penis itu terus menusuk-nusuk liang vagina Icha.
"aduh..sakit..sudah pak sakit sekali" erang Icha.
Tapi Kepsek itu tidak peduli, hasratnya harus terpenuhi.

Tubuh Icha menjadi lemas, saat sata mendekati ejakulasinya, gerakan Kepsek itu semakin liar, Penis itu di hentakan dalam vagina Icha. Icha menjerit setiap kali batang penis itu menghentak dalam vaginanya.
" aduh..sakit"

Untunglah tak lama kem udian penis besar itu berhenti bergerak. Penis itu diam dalam liang vagina Icha. Dan Icha bisa merasakan sperma Kepsek itu membajiri liang vaginanya. Perlahan penis Kepsek itu terlepas dari liang vaginanya.

Tampak sperma mengalir keluar dari liang vagina Icha yang memar memerah. Ada bercak darah di vaginanya. Kepsek itu memberinya tisuue,
"Ini di lap, tuh vagina" kata Kepsek itu.
Sambil melap vaginanya, air mata Icha mengalir.
"Udeh gak usah nangis segala..:" kata Kepsek itu.

Icha memakai kembali pakaiannya, merapikan jilbabnya yang acak acakkan. Lalu dia berjalan ke arah pintu.
"Icha, ini buat kamu jajan" kata Kepsek itu, sambil memberikan beberapa lembar, uang lima puluh ribuan.
"Kamu jangan takut, kamu akan tetap sekolah disini.." kata Kepsek itu
Icha menatap Kepsek itu.
"Oh iyah, dan jangan lupa besok kamu kemari lagi yah" kata Kepsek itu.
Icha hanya diam, lalu Kepsek itu membuka pintu ruang it u, dan Icha berjalan dengan kepala tertunduk kembali ke kelasnya.

Tamat
Cerdes (Cerita Dewasa)

Kamis, 19 Desember 2013

Cerita : Putri Titian XXX: Accidentally In Love

Putri Titian XXX: Accidentally In Love

"Pak Dadang..ntar anterin Tian ke FX yaa..".
"beres, non..". Tian pun kembali ke kamarnya.
"ahaha..senangnya nggak ada syuting hari ini..", ucap Tian dengan tawanya yang khas. Tian berganti pakaian untuk pergi ke mall. Sudah janji dengan temannya akan jalan-jalan seharian karena hari ini bebas syuting, yeeey.
"ayo, Pak..kita berangkat..".
"ayo, non..". Tian langsung masuk ke dalam mobil sedannya yang mewah itu. Mobilnya juga sudah dipanaskan, Dadang langsung mengemudikannya keluar rumah. Tak ada percakapan antara Dadang & Tian karena Tian sibuk sendiri dengan hpnya.
"Pak Dadang pulang aja dulu..ntar kalo Tian mau pulang, Tian telpon deh..".
"oke, non..Pak Dadang nanti jemput di sini lagi, non ?".
"ng..ntar Tian telpon jemput dimana, soalnya mau jalan-jalan juga..".
"ok deh..Pak Dadang pulang dulu ya, non..". Tian berjalan masuk ke dalam mall. Cukup banyak juga yang mengenalinya te rutama kalangan ibu-ibu. Memang, dia belum terlalu tenar, tapi setidaknya, banyak yang sudah mengenalnya.
"eii Sherl..", gadis cantik bergigi gingsul itu langsung memeluk sahabatnya.

"udah lama Sherl ?".
"baru nyampe kok gue..".
"maaf nyaa Sherl, tadi ada ngajak foto-foto hehe..".
"duuh, tau deh yang artis lagi makan daun hahaha".
"ah lo tuh makan daon kayak kambing ahaha. yaudah Sherl, kita nonton aja yuuk..".
"okee..". Usai membeli tiket, Tian & Sherly duduk di cafe.
"eh Ti..ada yang ngeliatin kita dari tadi..", bisik Sherly.
"mana ?".
"itu..di belakang kita..". Perlahan, Tian menengok ke belakang.
"iih itu mah Om-om ganjen..lo mah ada-ada aja..iih..".
"ya kan lumayan, siapa tau aja bisa jajanin kita hihi..".
"jangan ah, bahaya tau maen-maen ama Om ganjen ahaha". Banyak yang melirik. Meskipun gayanya tomboy, wajah Tian cukup menarik perhatian cowok, gigi gingsulnya pun menambah imut wajahnya. Sherly pun tak kal ah cantik. Tak heran mereka berdua menarik perhatian. Tian & Sherly menghabiskan banyak waktu di mall tersebut. Waktu terasa cepat berlalu jika bersama Sherly. Begitu juga sebaliknya. Mereka berdua memang sangat cocok. Keduanya sama-sama tomboy dan tak jaim, tak heran kalau mereka berdua klop.

Bosan di mall saja, mereka pergi ke tempat lain dengan taksi.
"kita kemana lagi nih, Sherl ?".
"kemana yaa yang enak ?".
"ke Taman XXX aja kayaknya enak..lagi pengen jalan-jalan di taman nih..".
"oke deh..Pak, ke Taman XXX yaa..". Mereka berdua hanya berjalan-jalan saja, mengobrol sambil duduk di bangku taman. Sementara orang-orang yang di sekitar mereka sibuk berpacaran, Tian & Sherly sibuk ketawa-ketiwi.
"eh, Sherl..ada yang maen basket tuh..kita liat yuk, siapa tau ada yang ganteng".
"betul juga, yuuk..". Meskipun malam, ternyata ada juga yang bermain basket malah bisa dibilang ramai.
"ah nggak ada yang ganteng, Ti..nggak wajar semua mukanya. ha haha".
"waduuh..nggak wajar, ada-ada aja bahasa lo..".
"hai..boleh kenalan gak ?". Tiba-tiba ada 2 orang yang menyapa Tian & Sherly.
"mm..".
"kenalin, nama gue Tomi..".
"gue Andri..".
"Tian..".
"Sherly..".
"kok pada beduaan aja ? pacarnya kemana ?".
"kita cuma bedua aja..".
"kok gak ama pacarnya ?".

"kita nggak punya pacar..".
"yang bener ? masa cewek cantik kayak kalian nggak punya pacar ?".
"iyaa bener..". Sementara Sherly sibuk berbicara dengan Tomi & Andri. Tian mengirimkan sms ke Dadang agar dia menjemputnya di Taman XXX.
"maaf Tomi, Andri..kita mau pulang yaa..", jawab Tian yang mulai agak takut karena baru sadar hanya tinggal mereka berdua cewek yang ada di sana, cewek-cewek yang tadinya ada beberapa, sudah pulang.
"kok buru-buru sih ?".
"kalo kita anter..mau ya ?".
"nggak usah..makasih..ayo, Ti...". Mereka berdua buru-buru meninggalkan lapangan basket. Tomi & Andri mengikuti Tian & She rly dari belakang. Sadar diikuti, Tian & Sherly mempercepat langkah mereka. Tiba-tiba di persimpangan jalan, Tian & Sherly dihadang 2 lelaki di depannya. 2 lelaki itu muncul dari balik pohon di dekat persimpangan.
"ee..eh nona-nona cantik ini mau kemana ?", tanya cowok berwajah culun namun berbadan besar.
"iya nih, pada mau kemana ? malem-malem gini. mending ikut seneng-seneng ama abang nyook HAHAHA".

"tolong jangan ganggu kami", ujar Sherly yang menuntun Tian untuk menghindari 2 lelaki itu. Tentu, salah satu pria itu langsung menghalangi mereka.
"eh jangan buru-buru dong..kita nggak mau ganggu, cuma mau ngajak seneng-seneng aja. hehehe !!".
"tolong lepasin kami !!".
"LEPASIN !!". Tian & Sherly berusaha berontak untuk melepaskan diri, tapi 2 orang gadis ABG melawan cengkraman & dekapan 2 orang lelaki dewasa yang berbadan besar tentu tak seimbang.
"WOII !!", suara orang berteriak. Harapan singgah di hati Tian & Sherly saat melihat Tomi & Andri yang ternyata masih mengikuti mereka.
"TOLONG, TOM !!".
"ANDRI, TOLONG !!!". Andri & Tomi mendekati mereka.
"eh bang Edi, darimana aja, bang ?".
"tadi gue abis nyari jablay di pengkolan sono ama Tohar..".
"iye, kite bedua nyari jablay..kagak ade yang cakep, eh di sini malah dapet neng-neng yang cakep gini KEKEKE !!", ujar Tohar.
"AAAA !! HHEEGGHHH !!", Sherly kesakitan saat Edi meremas payudaranya dengan sangat kasar.

"buset ini toket..kecil-kecil tapi empuk banget..manteb !! OOHH !!".
"NNHHH !!", remasan Edi terlalu kencang & kasar bagai sedang meremas benda empuk. Padahal itu bukan benda empuk biasa melainkan sepasang payudara ranum milik seorang gadis ABG cantik bernama Sherly.
"kenapa ? lo berdua kaget ? nih abang bedua kenalan gue, mang enak lo..coba lo tadi kagak lari, kan tugas lo bedua cuma ngelayanin gue ama Tomi. sekarang lo juga mesti ngelayanin bang Edi n' bang Tohar GWAHAHAHA !!!".
"AAHH !! STOOP !!! EENGGHH !!!", Tian juga merasa sakit, Tohar tanpa ampun meremas-remas payudaranya.
"ayo, bang, kita punya memek gratis malam ini".
"memek cakep lagi GAKGAKGAKGAK !!".
"BERHENTI !! POLISI !! DORRR !!". Tohar, Edi, Andri, dan Tomi langsung lari terbirit-birit. Tian & Sherly limbung dan terjatuh ke jalan. Mereka terselamatkan dari pemerkosaan.
"non Tian n' non Sherly nggak apa-apa ?".
"nggak apa-apa, Pak..", jawab Tian setelah melihat Dadang yang memapahnya.

Dadanya masih sedikit sakit.
"ayo non Tian, non Sherly..kita ke mobil". Suara polisi itu hanya rekaman saja dari hp Dadang. Keisengannya merekam suara polisi di sinetron waktu itu ternyata bermanfaat juga. Dadang membantu Tian & Sherly berdiri. Mmm, benar-benar harum tubuh kedua gadis belia. Tak bisa dipungkiri, Dadang sangat menikmati aroma tubuh Tian & Sherly saat memeluk mereka untuk membantu mereka berdiri. Untung aja, Pak Dadang dateng, pikir Tian yang bersukur Dadang datang tepat pada waktunya.
"Tian, aku pulang dulu yaa..Pak Dadang, Sherly duluan yaa..", pamit Sherly yang telah diantar Dadang sampai ke rumahnya.
"iya, Sherl..", jawab Tian singkat.
"iya non Sherly..". Usai mengantar Sherly, Dadang & Tian menuju rumah.
"non Tian nggak apa-apa ?". Tian terlihat masih agak syok dengan kejadian yang baru ia alami.
"iyaa, Tian nggak apa-apa, Pak..". Tian langsung menuju kamar begitu sampai di depan rumah. Tanpa ba bi bu, Tian langsung mengunci diri di kamarnya dan juga menutupi pintu berandanya.

"hhh..". Tian tidur terlentang dengan kaki menyentuh lantai. Dirinya tak menyangka, sampai sekarang tak ada yang menyentuh payudaranya. Payudaranya yang masih dalam pertumbuhan, sangat ranum. Tian menangkup kedua buah daging kenyalnya itu. Cengkraman kasar preman tadi masih terasa sampai sekarang. Tian bingung, rasanya dia ingin sekali lagi merasakan remasan pada payudaranya. Tian menggeleng-gelengkan kepala, tak mengerti yang dipikirkannya sendiri. Tiba -tiba handphonenya berbunyi, tertera nama Sherly di hpnya.
"halo ?".
"Ti, lo nggak apa-apa ?".
"ng..".
"lo nggak kenapa kenapa, kan?".
"nggak, Sherl..".
"oh syukur deh..". Tian bingung, nada suara Sherly biasa-biasa saja, seperti tak terjadi apa-apa.
"lo ?".
"ah gue nggak apa-apa, Ti..".
"tapi gue ngerasa aneh, Sherl..".
"aneh gimana ?".
"kok gue masih kerasa ampe sekarang ? n' kok gue malah pengen ngerasain lagi ?".
"ya emang gitu, Ti..".
"maksud lo ?".
"ya gue juga pas pertama kali juga kayak gitu..".
"ha ? gue gak ngerti ?".

"ya pas gue ngerasain pertama kali toket gue diremes-remes yaa emang kayak lo perasaannya..".
"jadi lo udah pernah ngerasain ?!", Tian kaget dengan jawaban temannya.
"iyaa, tiap hari. nyokap gue selalu mijitin toket gue..".
"kok ???".
"nyokap gue bilang harus dipijit tiap hari biar ntar bagus..".
"oh, gitu..jadi emang harus dipijit ya ?".
"iya, Ti..tapi tetep aja tadi sakit juga ya, Ti. hahaha". Mereka berdua mengobrol seperti biasa seolah tak sadar kalau mereka tadi hampir menjadi korban perkosaan yang marak di kota metropolitan ini. Usai bertelpon-telponan dengan Sherly, Tian masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh supaya tidurnya nanti malam bisa nyenyak setelah mengalami peristiwa yang tak mengenakkan di taman kota tadi. Tian memang enggan mengenakan bh dari dulu, tak heran ia hanya memakai celana dalam sebelum mengenakan baju setelah selesai mengeringkan tubuh. Dia menyalakan tv dan tidur santai di atas ranjangnya yang empuk, dia masih memikirkan kejadian tadi.

Dia malu sendiri, ternyata tanpa sadar ia menyukai payudaranya diremas-remas seperti tadi. Mata Tian pun terasa berat. Saat sedang setengah bangun setengah sadar, Tian merasa ada yang menindihnya.
"Pak Dadang ??!!", Tian terkejut mengetahui siapa yang menindihnya.
"maaf, non..Pak Dadang udah gak tahan..hhh hhh". Tian ketakutan, pandang an supirnya itu mengerikan seperti ingin memangsanya saja.
"jangan, Pak ! TOLOONG !!". Dadang memegangi kedua tangan Tian, tapi tak membungkam mulut Tian.
"TOLOONGG !!! TOLOONGG !!", Dadang tak mengindahkan teriakan Tian. Dadang malah mulai menciumi batang leher Tian membabi buta.
"jangan, Pak..tolong..emmm". Tian tak bisa menghentikan serbuan mulut Dadang pada lehernya. Tubuhnya yang ditindih serta kedua tangannya yang ditahan Dadang membuat artis muda nan cantik itu tak berdaya melakukan perlawanan.
"ccupph cupphh cupphh", kecupan bertubi-tubi dari Dadang jelas memberikan efek aneh yang mulai dirasakan Tian.
"jangaan Paakhhh...", penolakan Tian semakin lemah, rasa hangat mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Rasa hangat yang terasa menggelitik namun mengenakkan.

Tian tak kuasa menolak rasa itu apalagi Dadang mulai menjilati lehernya. Gemetar geli nikmat menjalar di sekujur tubuh Tian. Suatu sensasi yang baru dirasakannya.
"aahhh...hhhmmm...ii hiihii ..", Tian terkekeh kegelian saat Dadang menjilati daun telinga kanan dan kirinya.
"mmpphhh eemmmhhh ccppphhh". Dadang melumat bibir Tian habis-habisan. Tian pun gelagapan dicumbui Dadang, tapi matanya terpejam. Tian tak mau menatap mata Dadang secara langsung, dia malu karena tanpa sadar dia mulai menikmati ciuman itu. Secara refleks, tanpa disadari, Tian membalas pagutan Dadang. Lidahnya meng-counter lidah Dadang layaknya seorang yang ahli dalam berciuman. Dadang senang mendapat balasan dari Tian. Artinya dia sudah menguasai majikannya baik tubuh atau pikirannya. Dadang sudah bisa membayangkan nikmatnya tubuh majikannya yang selama ini menjadi fantasinya untuk masturbasi. Sambil tetap mencumbu Tian, Dadang mulai menggerayangi payudara Tian. Empuk sekali, seakan memegang bantal.

"uummm...". Tunggu dulu, tak ada tekstur bh sama sekali di cengkraman tangan Dadang. Penasaran, Dadang langsung menyusupkan tangannya ke dalam kaos Tian dan terkejut ketika dugaannya b enar. Tian memang tidak memakai bh. Dadang pun semakin semangat meremasi kedua buah payudara Tian. Empuk sekali dan ukurannya pun sangat pas dengan cengkraman tangannya.
"aaahhh mmmhhh Paaakkkhh uuummmhhh". Dadang tak lagi mencium Tian, tapi asik meremasi payudara majikannya itu dengan kedua tangannya. Mencubit dan memilin-milin puting Tian yang menonjol di kaosnya. Dadang menyingkap kaos Tian ke atas.
"waah..", Dadang terkesima dengan buah kembar Tian. Memang tidak terlalu besar, tapi terlihat sangat ranum sekali. Putih mulus dengan pucuk payudara berwarna pucat. Bagai bakpau yang baru matang, begitu mengunggah selera, siap untuk disantap.
"eemmm...", Tian sedikit menggelinjang, Dadang memilin-milin kedua putingnya yang sudah mengeras dan menjadi sangat sensitif.

Perlahan tapi pasti, bibir Dadang mendekati 'pucuk' buah Tian.
"nyymmm...".
"eemmm aahhh mmmm". Tian menggelinjang kegelian & keenakan. Baru sekarang mendapatkan rasa seperti ini, dia me nyukainya. Dadang beringas menikmati payudara ranum itu. Diciumi, dijilati, dicupangi payudara Tian yang putih mulus itu. Bagai bayi kelaparan, Dadang menyedot kuat-kuat kedua puting Tian dan sesekali dikunyahnya karena gemas dengan kekenyalannya. Tian hanya bisa menggeliat dan mendesah sambil terus merasakan sensasi baru itu. Dadang menurunkan tangannya, menangkup daerah pribadi milik Tian, bergerak naik-turun untuk mengelus-elus vagina artis muda itu. Mulut Dadang bergerak turun sampai ke perut Tian, menciuminya dengan seksama. Dadang pun mencolok pusar Tian dengan lidahnya. Bakalan susah nih, pikir Dadang saat melihat celana pendek berbahan jeans yang dikenakan Tian. Tubuh Tian, dari payudara sampai ke perut berkemilauan, berkemilauan karena air liur Dadang.

Saat Dadang mau menarik celana Tian, tiba-tiba pinggul Tian terangkat sehingga Dadang mudah melucuti celananya. Dadang tersenyum, ternyata majikannya memang sudah berada di dalam kuasanya. Hal sama terjadi saat Dad ang melucuti celana dalam Tian. Kayaknya non Tian emang udah 'pengen', pikir Dadang. Dadang terkesima dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Sungguh putih mulus. Vagina Tian terlihat begitu indah, bibir kemaluannya masih menutup dengan sempurna. Bulu-bulu halus menghiasi bukitnya. Meski masih menutup mata, Tian sadar kalau bagian bawahnya sudah 'terbuka', secara refleks dia merapatkan kedua pahanya untuk menutupi daerah pribadinya. Dadang melebarkan paha Tian dan menggunakan kepalanya untuk mengganjal paha Tian agar tidak tertutup lagi.

"aaaahhh", seketika tubuh Tian gemetar, listrik seakan menjalar di sekujur tubuhnya. Rasa itu terus berulang, rasa yang membuat nikmat. Tubuh Tian menggelinjang terus, kedua pahanya semakin merapat.
"aaahhh ooohhh mmmm aaaahhh". Mau tidak mau, Tian membuka matanya.

Penasaran, rasanya begitu nikmat, dan selangkangannya semakin basah seiring dengan elusan benda yang hangat & lunak.
"oohhh uuummmm". Dengan mata say up merasakan nikmat, Tian melihat kepala Dadang di selangkangannya. Benda lunak dan hangat itu terus mengusap-usap vagina Tian dan juga sering merogoh masuk ke dalam liang kewanitaannya, menyentuh bagian dalam vaginanya yang tentu menambah rasa nikmat. Secara alami, tubuh Tian bereaksi, kedua pahanya terbuka perlahan, semakin memberikan keleluasaan pada Dadang yang semakin gencar menyerbu selangkangan Tian. Tian terus mendesah & menggelinjang keenakan. Sungguh sensasi yang luar biasa. Artis muda itu begitu pasrah pada rasa nikmat di selangkangannya, terlihat dari kedua pahanya yang sudah terbuka lebar.
"ooouuww UUUNNHHHH !!!". Tubuh Tian menekuk ke atas, kedua pahanya menjepit kepala Dadang, dan kedua tangannya menekan kepala Dadang ke selangkangannya. Dengan senang hati, Dadang menyeruput habis cairan 'murni' vagina Tian tanpa disisakan sedikit pun.

Cairan vagina Tian yang sedikit tertinggal di dalam liang kewanitaannya pun dikorek habis oleh Dadang.
"hhh..hhh. ..". Tian memandang wajah Dadang dengan mata sayu. Sementara Dadang memutarkan lidahnya di sekitar mulutnya sendiri seolah ingin memberi tahu Tian kalau rasa vaginanya sangatlah lezat. Dadang cepat-cepat melucuti celananya, semakin sempit rasanya karena burungnya sudah bangun sempurna, ingin segera mengunjungi celah sempit yang ada di hadapannya. Pandangan Tian terpaku pada benda yang ada di tengah-tengah paha Dadang. Benda tumpul yang mengacung tepat ke arahnya. Baru kali ini, ia melihat alat kelamin laki-laki secara langsung. Begitu menyeramkan bagi Tian melihat besarnya benda itu, tapi juga ada rasa penasaran di hati Tian. Apa jadinya jika benda itu masuk ke dalam rahimnya. Tentu di umur Tian yang sekarang, dia tahu kegunaan dari benda mengacung itu. Benda yang nantinya akan mengaduk-aduk liang kewanitaannya.



Benda yang merupakan lawan dari kelaminnya. Bisa disebut juga si 'pembuat dede bayi'.
"ja..jaangan, Paak..toloong..". Separuh pikirannya masih ta k mau kehilangan keperawanannya, tapi separuh lagi ingin merasakan benda itu di dalam tubuhnya. Penis Dadang sudah semakin dekat dengan kemaluan Tian, bahkan sudah menempel dengan bibir vagina Tian.
"ja..jaang..heegghhh !!!". Tanpa permisi, tongkat Dadang mendobrak masuk ke dalam vagina Tian. Amat pedih rasanya, seakan vaginanya terasa robek.
"ooouuggghhhh !!". Sementara Tian sedang merasakan pedih yang teramat sangat, Dadang sedang kesusahan memasukkan organ kebanggaannya itu ke dalam tubuh artis cantik yang sudah terlentang pasrah. Merasa sudah tak bisa maju lagi, Dadang menarik sedikit penisnya. Lalu mendorongnya lagi perlahan. Terlihat lelehan cairan berwarna merah menjalar dari sela-sela bibir vagina Tian di sekujur batang Dadang yang menyumbatnya. Air mata meleleh keluar dari mata Tian. Air mata dari rasa pedih di vaginanya dan rasa sedih karena keperawanannya sudah direnggut oleh Dadang.

Berlawanan dengan Tian, Dadang merasa sebagai lelaki paling hebat da n paling beruntung sedunia. Tak perlu wajah tampan dan uang banyak, tapi dia bisa mendapatkan keperawanan dari seorang artis yang masih muda dan cantik seperti Tian. Akhirnya, seluruh batang Dadang telah tertanam di dalam liang kewanitaan Tian.
"hhh hhh hhh". Nafas Tian terasa pendek, terasa penuh sesak di bagian bawah tubuhnya. Dadang sengaja diam agar Tian terbiasa dengan benda asing yang ada di dalam liang kewanitaannya.
"ooohh". Dadang begitu menikmati hangatnya dan rapatnya liang vagina Tian. Burungnya serasa dicengkram kuat oleh dinding vagina Tian yang masih berdekatan jaraknya.
"mmmggghhh uuuwwwhhh". Tian benar-benar tersiksa dengan gerakan 'menyikat' dari batang Dadang. Rasa pedih, perih, sakit, ngilu, semuanya bercampur jadi satu dan terpusat di bagian bawah tubuh Tian. Berbeda sekali dengan rasa enak & nikmat saat Dadang 'menyusu' dan saat Dadang menjilati vaginanya, pikir Tian.

"uuhh enaak oohh sempiiit". Berbeda dengan Tian yang meringis kesaki tan, Dadang melenguh keenakan merasakan liang vagina Tian yang luar biasa.
"aaaaaahhh". Kini Tian berubah jadi mendesah.
"aaahh ooohh uummhhh emmmhhh". Hantaman-hantaman penis Dadang mulai terasa enak, Tian mulai menikmati hujaman benda tumpul di liang vaginanya. Dadang pun tersenyum saja sambil terus merojoki vagina Tian. Keduanya tak sadar kalau sudah cukup lama alat kelamin mereka bergesekkan, Tian & Dadang begitu larut dalam nikmatnya persetubuhan. Kaki Tian pun sudah melingkar erat di pinggang Dadang. Dadang juga sudah memeluk Tian dengan erat agar tusukan penisnya bisa lebih dalam dan cepat. Semakin lama semakin nikmat rasanya, Tian merasa seperti di surga. Keduanya sama-sama bercucuran keringat, sama-sama terbakar birahi. Bukannya Tian tak sadar kalau dia sedang diperkosa, tapi rasanya terlalu nikmat untuk dihentikan.
"terusshh Paak !! OOOUUUHHH !!!!", teriak Tian mendapatkan orgasmenya. Kukunya menancap di punggung Dadang.
"cllkk ccllkk ccllkk".

Pompaan joystick (batang kebahagiaan) Dadang menimbulkan bunyi kecipak air, liang vagina Tian begitu becek tapi tersumbat oleh batang besar milik Dadang. Tian mendesah begitu lepas, desahannya benar-benar menggairahkan. Tak usah ditanya, terlihat jelas kalau Tian begitu keenakan vaginanya dirojoki Dadang. Dadang bertambah semangatnya, ada rasa bangga & puas bisa membuat Tian begitu keenakan karena artinya dia melakukan tugasnya dengan baik yang tak lain dan tak bukan adalah membuat Tian keenakan dengan rojokan alat vitalnya. Nafas keduanya saling memburu, bibir mereka saling lumat melumat. Lidah mereka saling beradu.
"ooohh oohh aaahhh mmhh oowwhhh yeeaahh".
"OOOKKHHHHH !!!!!".
"PAAAAKKKHHHHH !!!!". Keduanya sama-sama mengejang. Tian & Dadang sama-sama mendapatkan orgasme yang benar-benar hebat. Tian merasa liang vaginanya begitu hangat dan seperti sedang disembur cairan hangat. Dadang menekan penisnya semakin dalam, sampai di ujung rahim Tian.

Semua mani yang ada di dalam kantung persediannya tumpah semua ke dalam rahim Tian. Sungguh puas rasanya bisa menyemprotkan spermanya ke dalam rahim wanita cantik, artis pula seperti Tian.
"ccrrt crrtt". Lama kelamaan semburan sperma Dadang melemah hingga akhirnya berhenti total. Rahim Tian terasa begitu hangat, dan anehnya Tian menyukai perasaan ini, hangat & nyaman. Dadang pun mencium mesra Tian dengan penuh perasaan. Beberapa menit berlalu, batang Dadang sudah lembek karena telah 'kosong'. Tapi, mereka berdua masih asik bercumbu. Tiba-tiba Dadang melepas cumbuannya dan memunguti pakaiannya.
"kapan-kapan lagi yaa non Tian hehehe !!". Setelah memakai pakaiannya, Dadang menuju ke beranda bukan menuju pintu. Rupanya dari sana ia bisa masuk, walau pintu terkunci. Tian terlalu lelah, matanya terasa berat sekali, dan akhirnya Tian tertidur. Esok hari, Tian terbangun karena alarmnya. Jam setengah 6 pagi.
"aww...". Tian merasa ngilu di selangkangannya saat mau turun dari ranjang.

Dia langsung teringat kejadian tadi malam. Duduk di tepi ranjang dan memperhatikan alat reproduksinya. Bekas noda putih ada di bawah vaginanya. Ternyata, tadi malam memang benar-benar terjadi. Tian tak tahu harus bagaimana selanjutnya. Karirnya sebagai artis tentu dipertaruhkan jika cerita ini sampai terkuak, dan Tian tak tahu apakah kejadian tadi malam direkam oleh Dadang atau tidak. Tian berjalan menuju kamar mandi dengan sedikit tertatih menahan rasa ngilu. Mandi pagi tak merepotkan seperti pagi ini. Badannya terasa pegal, susah bergerak dengan rasa ngilu di selangkangannya. Dia pun harus membersihkan vaginanya dari sperma Dadang yang menggenangi rahimnya. Tian pun berusaha membetulkan cara jalannya sebelum bertemu Ijah.
"Mbok Ijah..Pak Dadang mana ? Tian mau berangkat nih ?".
"nggak tau, non..belum dateng dari tadi..".
"haduuh, Tian bisa telat nih..".
"telpon aja, non..".
"nunggu juga dong..yaudah Tian naik taksi aja deh, berangkat dulu yaa Mbok. .".
"ati-ati, non...". Tian pun sampai ke sekolahnya, dan masuk ke dalam kelas.

Teman-temannya pun menyadari ada perubahan pada Tian. Biasanya Tian bawel sekali, tapi hari ini dia sangat pendiam.
"Tian, lo kenapa ? kok diem aja dari tadi ? biasanya lo bawel ?", tanya Sherly.
"ah nggak apa-apa kok, Sherl...".
"bener ? apa jangan..jangan gara-gara kemaren ?".
"nggak, bukan karena kemaren..gue cuma lagi pusing aja kok, Sherl..". Biasanya dia selalu cerita segalanya dengan Sherly, tapi untuk kali ini rasanya Tian tak bisa menceritakannya.
"kalo gitu kita ke kantin aja yuuk, biar lo bisa seger lagi..". Tian mengangguk sambil tersenyum. Sherly tak tahu kalau sahabatnya itu sedang bingung bercampur sedih. Depresi dialami Tian seharian, dia bagai mayat hidup di sekolah. Tersenyum jika ada yang mengajaknya senyum saja. Sampai-sampai Tian tak sadar kalau rasa ngilu di selangkangannya sudah tak terasa. Di rumah pun juga tak membuatnya bersemangat. Orang tuanya juga baru kembali 8 hari lagi. 1 hari, 2 hari, 3 hari berlalu.

Tian sadar percuma baginya untuk meratapi kesuciannya, tak akan bisa ia dapatkan lagi keperawanannya. Tian pun bisa kembali ceria dengan caranya sendiri. Tapi, tetap saja hati Tian dag dig dug karena tak ada kabar dari Dadang, dia takut Dadang merekamnya malam itu dan telah menyebarkannya. Tiap malam, Tian selalu gelisah. Dan paginya, Tian selalu merasa pusing. Semakin menjadi di hari keempat ini. Begitu sampai di rumah, Tian langsung masuk ke dalam kamar, mengunci pintu, menyalakan ac, dan mengunci pintu geser menuju beranda kamarnya. Dia hanya istirahat sambil menonton tv sampai malam.
"aduh..kenapa sih...dari kemaren rasanya gak enak banget ni badan...". Tubuh Tian terasa sangat tak nyaman, entah kenapa. Mungkin setelah mandi akan kembali terasa enak, pikir Tian. Dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar nan wangi. Handuk melilit di tubuh Tian. Baru saja keluar dari kamar mandi dan berjala n sedikit ke lemari untuk mengambil pakaian, tiba-tiba ada yang menyergapnya dari belakang.
"hehe non Tian apa kabar ? Pak Dadang kangen nih". Darimana ia bisa datang, pintu & beranda sudah terkunci.

"LEPASIN !!". Tian berusaha melepaskan diri dari dekapan Dadang. Tapi, Dadang langsung mengambil gerakan antisipasi atau lebih tepatnya gerakan 'menguasai'. Dadang langsung meremasi gumpalan daging Tian dengan kasar. Payudara ranum Tian memang benar-benar empuk dan sangat enak untuk dicengkram. Ciuman bertubi-tubi dilancarkan Dadang ke tengkuk leher Tian.
"aaahh..jangann, Paakhh...". Seketika Tian seperti tak punya kemampuan untuk melawan. Dia menjadi lemah, tubuhnya seakan tak mau diperintah olehnya. Dan rasanya mulai lembap di 'bawah' sana. Dengan sekali sabetan, handuk Tian langsung melorot ke bawah. Kini, tubuh Tian sekali lagi berada di bawah kekuasaan Dadang. Terlihat dari kedua buah payudara Tian yang dimain-mainkan Dadang. Ternyata, memang sudah direncanakan Dadang untuk menghilang selama 4 hari sejak memperkosa Tian. Sebuah siasat Dadang untuk membuat Tian lebih mudah 'dikuasai'. Selama 4 hari ini, Tian memang tak pernah penasaran dengan rasa nikmat sewaktu diperkosa Dadang.

Tapi akibatnya, Tian jadi mudah terangsang oleh sentuhan-sentuhan Dadang terutama pada daerah Vnya. Kali ini Tian lebih pasrah daripada sebelumnya, dia benar-benar menyerah pada kenikmatan yang diberikan Dadang. Malah, si tomboy nan cantik itu begitu meresapi sensasi nikmat saat Dadang menyusu padanya dan menggerogoti vaginanya. Malam itu, Dadang benar-benar menguasai Tian. Dia sangat leluasa menggeluti tubuh putih mulus Tian. Menikmati setiap jengkal tubuh Tian yang sedang ranum-ranumnya. Bukannya tak mau melawan, melainkan tak bisa. Tian tak berbuat apa-apa selain membiarkan tubuhnya 'dimanipulasi' oleh Dadang. Tubuh & pikiran Tian merespon 180 derajat berlawanan dengan hati kecilnya, tapi Tian memang sudah tak bisa berpikir jernih, rasa nikmat sudah mengambil alih pikirannya. Bukanlah sebuah perkosaan yang terjadi malam itu, melainkan sebuah pergumulan yang begitu panas. Dadang, si supir tua yang jelek, tentu sangat bersemangat untuk mendapatkan kenikmatan dari tubuh putih mulus Tian.

Tapi anehnya, Tian, si artis muda yang berwajah cantik, malah merasa punya kewajiban untuk memberikan kepuasaan pada lawan mainnya itu. Desahan-desahan yang cukup kencang keluar dari mulut Tian, tapi Dadang tak khawatir. Dia mempunyai ajian. Ajian yang bisa membuat suara apapun di ruangan yang Dadang kehendaki sama sekali tak terdengar keluar sehingga dia tak khawatir desahan Tian terdengar oleh Ijah. Tak ada yang bisa menganggu acara 'gulat' mereka. Keduanya sama-sama asik melampiaskan hasrat & nafsu yang begitu menggebu-gebu. AC yang berhembus memang dingin, tapi Tian & Dadang malah bermandikan keringat. Jendela yang tertutup membuat kamar Tian begitu kental dengan aroma sex antara mereka berdua. Dadang mempratekkan segala macam posis i yang dia tahu untuk menyetubuhi Tian. Pukul 11.24 malam, Dadang menyemprotkan ejakulasi terakhirnya untuk malam itu ke payudara Tian.
Tian terkaget mendengar alarm hpnya. Sudah jam 5 pagi ternyata.

Tunggu, siapa yang menyetel alarm jam 5 ? Tian biasa memasang alarm jam setengah 6. Di saat itulah, Tian baru sadar kalau ada yang memeluknya dari belakang. Tian menengok ke belakang, dan benar, adalah Dadang yang memeluknya dari belakang. Wajah Tian memerah, rasanya sangat malu. Tak pernah dia bangun dan mendapati dirinya telanjang bulat dan dipeluk oleh lelaki. Apalagi kalau mengingat kejadian tadi malam, dia sama sekali tak pernah membayangkan kalau dia malah meminta Dadang untuk menggarapnya terus menerus. Tian bangun dari tempat tidur. Payudara, wajah, dan perutnya terasa lengket. Tentu rasa lengket itu disebabkan sperma Dadang. Baru saja membuka pintu kamar mandi, ada suara yang memanggilnya.
"non Tian mau mandi ya ?", tanya Dadang yang baru bangun dan turun d ari ranjang.
"Pak Dadang ikut dong..hehe..". Dadang langsung mendekati Tian.
"ta..tapi, Paak..". Tanpa bisa menyelesaikan kalimatnya, Dadang langsung menggendongnya ke dalam kamar mandi.

Baru kali ini, Tian mandi bersama seorang laki-laki. Tian benar-benar merasa malu, wajah merah seperti tomat. Dia malu karena dia tidak dalam keadaan terpaksa dan tidak terkena pengaruh obat, tapi dia tak menolak saat disuruh untuk menyabuni batang kejantanan seakan memang sudah kewajibannya melakukan hal itu.
"ayo non, sambil diurut biar otong Pak Dadang tambah gede. kan non juga yang seneng HAHAHA !!". Mendengar hal itu, wajah Tian semakin merah. Tapi, entah kenapa, gadis belia itu tak merasakan marah, hanya malu saja. Tian tak menjawab, dia hanya diam sambil terus mengurut 'kunci' selangkangan Dadang. Nafsu Dadang pun kembali tinggi karena burungnya terus diurut Tian dan langsung menggarap Tian.
"non Tian..Pak Dadang tunggu di bawah yaa..", ujar Dadang. Dia mencubit daging kembar Tian dengan gemasnya sebelum keluar dari kamar lewat beranda.
"hh...". Tian menarik nafas dalam. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Tak hanya keperawanannya yang direnggut Dadang, tapi juga harga dirinya.

Harga diri sebagai seorang wanita yang masih belia dan berprofesi sebagai artis. Tian tak mengerti apa yang sedang terjadi, entah kenapa dia tak bisa melawan keinginan Dadang. Namun, memang tak bisa dipungkiri Tian, tadi malam memang tak bisa dilupakannya. Sebagai seorang wanita yang baru mengenal nikmat duniawi, tadi malam memang begitu 'indah' bagi Tian. Tian keluar kamar setelah selesai mengenakan seragam dan membereskan buku yang akan dibawanya.
"Mbok Ijah, Tian berangkat dulu yaa..". Begitu keluar rumah melalu pintu depan, Tian langsung disambut dengan senyuman Dadang.
"ayo non..kita berangkat". Sebelumnya Tian tak memperhatikan wajah Dadang, tapi kenapa wajah Dadang kini terlihat lebih menyenangkan bagi Tian. Tampan? bu kan, wajah Dadang tidak terlihat lebih tampan di mata Tian. Entahlah, mungkin kharismatik. Tian & Dadang berangkat menuju sekolah Tian.
"non Tian..tadi malem enak kan ? HEHE".
"...". Tian melengos ke kanan, wajahnya kembali memerah.
"kok diem aja ? bukannya non Tian keenakan tadi malem ? HAHAHA".

"Pak...tolong jangan bilang siapa-siapa...", pinta Tian dengan suara pelan. Dadang memperlambat mobil dan menepi ke pinggir jalan sebelum akhirnya berhenti. Dia menengok ke belakang dan memandang Tian.
"tenang, non..kalo sampe kebongkar, Pak Dadang juga bisa masuk penjara..Pak Dadang janji gak akan bilang siapa-siapa..". Mau mengucapkan terima kasih, tapi aneh juga rasanya, pikir Tian yang akhirnya cuma mengangguk saja. Hari itu, Tian merasa lebih segar, kepala dan tubuhnya terasa enteng. Pusing & rasa nyaman yang selama 4 hari kemarin dirasakannya, kini hilang sama sekali. Mungkinkah karena tadi malam ?, tanya Tian dalam hati. Malam hari, Tian sedang istiraha t seperti biasa, menonton tv sambil bermalas-malasan di ranjangnya.

Dia memandangi pintu geser yang menuju beranda kamarnya. Bukankah kemarin ia telah mengunci pintu itu, tapi Dadang masih bisa masuk. Saat sedang bingung, suara terdengar dari pintu yang tertutup tirai itu.
"cek klek klek". Tian membuka tirai, terlihat Dadang sedang jongkok. Rupanya begitu, Dadang mengakali lubang kunci pintu beranda dengan semacam peniti, jepit rambut, jarum, dan semacamnya seperti di film-film. Begitu terbuka, Dadang langsung masuk ke dalam kamar.
"non Tian, Pak Dadang numpang tidur di sini lagi yaa hehe..". Dadang langsung melucuti pakaiannya hingga tinggal kolor saja dan tidur menyamping di ranjang Tian seolah kamarnya sendiri. Tian duduk di sisi tepi ranjang yang satunya.
"Paaakkhhh...". Tak butuh hitungan menit, Dadang sudah berada di atas Tian dan sedang asik mencumbui gadis belia nan cantik itu dengan membabi buta. Tanpa disadari, malam itu, Tian mengukuhkan dirinya sendiri sebagai budak seks Dadang, supirnya. Secara resmi, Tian memang tak bilang kalau dia adalah budak seks.

Tapi, kalau dilihat dari mudahnya Dadang mengakses tubuh Tian, dan ketidakmampuan Tian untuk melawan keinginan Dadang, tak salah lagi kalau Tian sudah jadi budak seks Dadang sejak malam itu, tempat pelampiasan nafsu Dadang yang memang membutuhkannya karena dia sudah lama menduda. Sejak malam itu, Tian tak pernah mengunci pintu berandanya lagi. Dadang jadi mudah keluar masuk kamar Tian. Begitu beruntungnya Dadang, Tian kini melayaninya dengan sepenuh hati. Tian memang sudah takluk dengan keperkasaan Dadang di ranjang. Kini, tak ada yang bisa lebih membahagiakan Tian selain Dadang. Di pikiran Tian hanya memikirkan bagaimana membuat Dadang senang sebagai imbalan. Kemesraan itu terus berlanjut sampai orang tua Tian pulang. Meskipun begitu, Dadang tetap berani 'mengunjungi' Tian.
"jangan, Pak...papa sama mama Tian bisa denger..", bisik Tian ke Dadang yang baru 's ampai' di beranda.
"rasss faaa sssaa hsss ysss", Tian sama sekali tak mengerti desisan Dadang, tapi bunyinya seperti Parseltongue yang digunakan Harry Potter.

"nah sekarang non Tian tenang ajaa, gak bakal ada yang denger..".
"ta..taapi, Pak..". Dadang langsung menggendong Tian ke ranjang. Malam itu, Tian sedikit melakukan penolakan. Dia menjauhkan tangan Dadang yang selalu berusaha menggerayangi selangkangannya. Dia benar-benar takut, jika tiba-tiba ibu atau ayahnya bisa masuk ke dalam kamarnya dan mendapati dirinya sedang bermesraan dengan Dadang dalam keadaan bugil. Meski dia sudah mengunci pintu kamar, tapi tetap saja Tian merasa takut. Tian memang merasa cemas, tapi dia tak bisa begitu saja mengabaikan geli-geli nikmat yang ia rasakan. Dadang sedang menciumi leher Tian untuk merangsangnya.
"bener-bener ng..gak keedeng..ngeran kan, Pak ?".
"iya non..seratus persen yakin hehehe..". Akhirnya, Tian tak menghalangi tangan Dadan lagi yang sedari tadi ing in menggerayangi tubuhnya. Seperti yang dikatakan Dadang, orang tua Tian sepertinya tak tahu kalau anak mereka itu bergumul dengan supir mereka setiap malam hari tanpa terlewat satu hari pun.

Malam demi malam berlanjut. Kehangatan & kemesraan mereka semakin memuncak. Tian & Dadang lebih mirip pasutri dibandikan majikan & supir. Tian merasa nyaman berada di dekat Dadang, tak ingin Dadang jauh terlalu lama, cemburu jika melihat Dadang berbicara dengan perempuan lain meski Ijah sekalipun, bahkan di sekolah, Tian selalu terbayang-bayang Dadang. Jatuh cinta dengan cara yang aneh & tak di sengaja. Tian pun mau mengubah penampilannya menjadi feminim dan lebih sering mengenakan gaun. Gaya rambutnya pun diubah. Tian menjadi gadis feminim hanya karena Dadang, supir tua yang jelek yang memintanya. Memang, tak sepenuhnya karena Dadang. Kedua orang tua Tian memang sudah menyuruh Tian untuk merubah gaya penampilannya, namun Tian masih enggan. Tapi karena permintaan Dadang, Tian pun seg era mengubah penampilannya. Mengapa gadis secantik Tian lebih menurut pada pria tua & jelek seperti Dadang dibandingkan orang tuanya ?. Jawabannya mudah, rasa sayang & cinta.



Aneh ? pasti. Tidak wajar ? tentu. Bagaimana bisa Tian jatuh cinta dengan seorang Dadang yang jauh dari kata tampan, juga tak mendekati kaya raya. Kata orang, jika ada seorang wanita cantik jatuh cinta kepada pria yang jelek & tidak kaya biasanya disebabkan kebaikannya. Tapi, Dadang ?. Tian tak mau ambil pusing, dia hanya menikmati hubungannya dengan Dadang sekaligus menerima takdirnya.
"tok ! tok ! tok !".
"Tian !!". Tian yang terkejut langsung memisahkan bibirnya yang tadi sedang menempel dengan bibir Dadang.
"gimana nih, Pak ??". Tian terlihat panik.
"tenang aja, non..jawab aja, kan pintunya kekunci ini..".
"iya, Mah ?!".
"Tian !". Dadang pun menon-aktifkan ajiannya.
"Tian !".
"iya, Mah ?!".
"ayo kamu makan malem dulu..di kamar aja dari pula ng sekolah..".
"iya, Mah sebentar lagi Tian turun..".
"jangan lama-lama, udah ditungguin Papa di bawah..".
"iya Mah..". Ibu Tian turun ke bawah lagi tanpa pernah tahu kalau anaknya sedang asik bermesraan dengan Dadang tanpa mengenakan apapun.

"non Tian makan dulu gih..", ujar Dadang sambil terus meremasi bongkahan pantat Tian.
"Pak Dadang mau dibawain makanan juga ?".
"boleh non, hehe..". Tian turun dari ranjang, mengenakan pakaiannya lagi. Tian mengemut permen yang diambilnya sebelum keluar kamar. Permen wangi untuk menghilangkan bau sperma yang ada di mulutnya. Usai makan malam bersama dengan orang tuanya, Tian pun kembali ke kamarnya dengan membawa makanan untuk Dadang (inspired by sis Yo's story, Feby). Selesai makan, Dadang & Tian menonton tv sambil sesekali melakukan foreplay ringan. Hanya 3 menit saja Tian bisa mempertahankan pakaian yang menempel di tubuhnya. Dadang dengan mudah & leluasa menelanjangi artis belia itu. Sungguh malam yang pe nuh kehangatan. Penuh gairah & hasrat, keduanya bercinta layaknya sepasang suami-istri yang sudah lama tak berhubungan intim. Putri Titian, artis muda nan cantik yang dulu tomboy kini berubah menjadi feminim. Yang dulu lugu & ceria kini jadi maniak seks. Di luar sana, banyak orang mengidolakannya dan berebutan ingin dekat dengannya, atau setidaknya berfoto bersama, dapat tanda tangannya, atau menjabat tangannya.

Tapi, Tian sendiri punya idolanya, tak lain dan tak bukan adalah Dadang, supir pribadinya yang telah memperkosanya namun tak ayal, telah memperkenalkan kepada Tian, kenikmatan surga duniawi. Kenikmatan yang telah membuat Tian sangat ketagihan digagahi Dadang. Tian & Dadang, sepasang kekasih yang berbeda segala-galanya, mulai dari wajah, umur, dan harta benda. Namun, semua itu tak ada artinya, di atas ranjang, mereka berdua sama. Tian membutuhkan keperkasaan Dadang untuk merasa menjadi wanita seutuhnya, dan Dadang tentu membutuhkan Tian untuk melampiaskan nafsunya. Memang sebuah hubungan rahasia yang sangat ditutupi dengan rapat-rapat oleh Tian & Dadang. Tapi, mungkin saja, mereka akhirnya memberi tahu kepada media dan khalayak. Mungkinkah ? jawabannya 70% mungkin, sebab Tian tak datang bulan dan mual-mual belakangan ini. Sepertinya, perbuatan Dadang yang selalu menumpahkan air maninya di rahim Tian akhir-akhir ini telah membuat Tian menunjukkan gejala-gejala wanita hamil. Well, kita tunggu saja beritanya.
Kumpulan Cerita 17+

Cerita : Blog Cerita Dewasa

Blog Cerita Dewasa

Blog cerita dewasa yakni www.ceritadewasaseks.net ini berisi kumpulan cerita dewasa dengan beragam tema atau kategori. Dari cerita dewasa sedarah, perselingkuhan, skandal, anak abg, orang tua, tante girang hingga pemerkosaan. Dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang dapat menguatkan imajinasi anda saat membaca kisah seks yang tertuang dalam artikel-a rtikel cerita dewasa yang tertulis dengan rapi.

Sebagai blog cerita dewasa Indonesia yang lengkap, www.ceritadewasaseks.net ini, hadir untuk memberi referensi atau sumber bacaan bagi anda yang membutuhkan bacaan dewasa. Diharapkan bagi anda yang belum berumur dewasa atau masih kecil secara umur, agar tidak membacanya. Mudah-mudahan kumpulan cerita dewasa yang ada diblog ini bermanfaat bagi anda yang membacanya!
Cerita Dewasa Seks